Jajanan Tradisional Jogja Yang Mengunggah Selera

Jajanan Tradisional Jogja Yang Mengunggah Selera

Jajanan tradisional Jogja menjadi salah satu pilihannya bagi anda yang sedang mengunjungi Jogja. Wajib sekali untuk mencicipi jajanan pasar yang satu ini. Walaupun harga yang murah meriah, jajanan pasar ini cocok sekali di lidah anda.

Temukan Informasi Menarik Seputar Restoran Tertua dan Bersejarah di Dunia.

Jajanan Tradisonal Jogja Yang Mengunggah Selera

Kalau mendengar Jogja, siapa, sih yang tak ingin mengunjungi kota yang satu ini. Kota ini terkenal dengan jajanan tradisional yang enak dan lezat. Untuk itu, ada beberapa pilihan jajanan pasar Khas Jogja yang patut anda coba dibawah ini:

7 Macam Jajanan Khas Jogja Favorit, Murah, Dan Enak

Jajanan Khas Jogja Favorit, Murah, Dan Enak

  • Emping Melinjo

Makanan ringan ini memiliki bentuk yang tipis dan memiliki cita rasa yang unik. Walaupun emping melinjo merupakan salah satu jajanan pasar kekinian di Jogja. Tetapi dalam memakan emping melinjo tidak perlu sering karena bisa mengakibatkan asam urat.

  • Kipo

Kipo merupakan salah satu jajanan yang unik, kononya ada cerita unik dibalik jajanan ini. Dahulunya, Kipo merupakan jajanan yang berasal dari cerita saat Sultan Agung menyajikan makanannya. Biasanya jajanan tradisional yang mudah dibuat ini menggunakan tepung beras yang berisikan parutan gula Jawa.

Pada suatu hari ada orang yang bertanya “Iki opo?” (ini apa), jadilah sekarang jajanan ini disebut dengan kipo. Kipo merupakan singkatan dari “iki opo?”, bagaimana unik bukan nama makanan yang satu ini? Bagaimana mau mencoba?

  • Legomoro

Jajanan pasar yang bernama Legomoro ini juga unik karena dibungkus dengan daun pisang. Dan biasanya akan diikat dengan tali bambu. Satu ikatan tali bambu biasanya berisikan 4 buah legomoro, yang didalmnya berisikan ketan.

Legomoro ini biasanya salah satu jajanan yang akan dibawa oleh pihak laki-laki pada saat pernikahan. Legomoro ini merupakan singkatan dari “hatine lego le moro yo lego’’ yang berarti yang datang membawa keridhoan dan mendapat keridhoan.

  • Roti Kembang Waru

Roti kembang waru ini memiliki bentuk seperti bolu dan memiliki rasa yang enak. Jangan salah, roti ini menjadi salah satu kue primadona di jaman dahulu. Dengan bentuk menyerupai bunga berkelopak 8 yang berarti hasto broto atau 8 jalan utama.

Ada 8 jalan utama seperti matahari, bulan, bintang, tirta, kismo, maruto, awan dan samudra. Harapan setelah memakan roti kembang waru. Maka diharapkan orang yang memakannya mampu mengamalkan 8 jalan utama tersebut.

  • Ukel dan Banjar

Pada umumnya dalam membuat ukel dan banjar ini memiliki cara pembuatan yang sama. Tetapi perbedaanya hanya pada gula halus yang biasanya ada di ukel. Sedangkan banjar tidak memakai gula halus sama sekali. Kue ini terbuat dari tepung terigu dan telur sebagai bahan utamanya.

  • Yangko

Nama Yangko sebenarnya berasal dari Kota Gede yang merupakan singkatan dari Ki Tiyang Kota Gedhe artinya ini orang Kota Gede. Biasanya Yangko terbuat dari Ketan yang dikukus dan memiliki makna mempererat ikatan saudara. Hal ini terbukti jelas pada tekstur dari ketan yang cenderung lengket.

  • Gethuk

Jajanan pasar ini sudah terkenal dimana-mana, Gethuk juga sudah memiliki warna yang bervariasi dan beraneka ragam. Gethuk merupakan singkong yang dihancurkan dan dibentuk menjadi kotak. Biasanya Gethuk bisa dijadikan sebagai teman minum kopi atau teh.

Kalau mengunjungi Jogja tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi macam-macam jajanan tradisional asli daerah ini. Selain memiliki cita rasa yang lezat, makanan ini memiliki memiliki makna yang berbeda-beda. Tak heran jika makanan ini kerap kali menjadi salah satu oleh-oleh para wisatawan yang ingin datang ke Jogja.